Laskar Pelangi


Laskar Pelangi mengisahkan perjuangan 10 anak-anak Belitong dalam perjuangannya menggapai pendidikan dengan kondisi yang penuh keterbatasan tetapi dilakoni dengan semangat yang tanpa batas.

Film ini mengobati kerinduan kita yang telah jatuh cinta pada tokoh-tokoh yang diceritakan dalam buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Kehidupan sehari-harinya Ikal, Lintang, Mahar, dan ketujuh anggota laskar lainnya, sekarang tak lagi hanya menari-nari dalam bayangan kita.

Sungguh menyenangkan melihat akting para pemeran laskar pelangi yang benar-benar asli anak Belitong itu. Polos, apa adanya, tidak dibuat-buat. Gak capek nontonnya. Selain itu pemandangan yang cantik banget berseliweran memanjakan mata. Wah..filemnya memang indah banget sih..

Saya paling suka adegan beli kapur di toko sinar harapan di mana Ikal telah menemukan cinta pertamanya pada seorang gadis dengan kuku tercantik yang pernah dia lihat. Lucu, karena jatuh cinta pertama kali saat melihat kukunya, bukan wajahnya. :D
Satu lagi, tokoh Lintang kecil menurut saya pas banget castingnya. Saya suka. :)

Cuma mungkin ada sedikit plot yang diubah, jadi gak persis sama dengan yang dibuku. Tapi itu biasa dalam film adaptasi gini. Gak masalah, filmnya tetep baguus.. Sangat mengharukan.. *hiks..*

Sedih melihat bagaimana anak secerdas Lintang dengan terpaksa berhenti sekolah karena keadaan yang sangat memprihatinkan. Saya bertanya-tanya, anak-anak zaman sekarang, apa masih ada yang punya semangat tak berbatas seperti para laskar pelangi dalam mengejar secuil pendidikan?

Oh ya, makasih buat chika yang udah sukses bikin acara nobar Laskar Pelangi 25 september kemaren di Pacific Place. Ratu kopdar kita ini memang selalu sukses menjaring massa.. :D it was fun guys..!