Robin Hood yang Simpatik

Salah satu hero yang dari dulu saya suka banget, alias cinta mati adalah Robin Hood. Inget banget waktu kecil, pertama kali nonton bioskop itu Robin Hood yang versi Kevin Costner. Kayanya itu filem keren sepanjang masa ya? Entah faktor Kevin Costnernya atau faktor ceritanya. Buatku sama aja sih. Dan adegan ciumanya Robin sama Marion pas terakhir itu daku masih inget banget! Padahal waktu itu mataku ditutupin pake tangannya mamaku hyahahahahaha :lol: Lah kok bisa liat? ya ngintip dikit-dikit lah! :lol:

Waktu SD dulu juga sempet diputer serial TV Robin Hood di RCTI, cuma lupa yang main siapa. Agak gondrong gitu, filemnya agak-agak gelap dan gloomy. Ya mungkin karena pengaruh hutan Sherwood yang gelap *apasih* Udah gugling tapi gak ketemu-ketemu :lol: yasudalah.. intinya, saya emang ngepens banget sama Robin Hood! Siapapun yang maen deh!

Nah, denger-denger filem Robin Hood yang paling baru bakal main di sini bulan Mei ini. Pemeran utamanya Russell Crowe, hmmm…daku gak gitu ngefans sih, tapi ya boleh lah.. Yang penting ini Robin Hood! Russell Crowe dipasangan sama Cate Blanchett yang berperan sebagai Marion Loxley. Err…daku juga ndak ngefans-ngefans amat sih.. Cuma ya sekali lagi ini karena filem Robin Hood, tokoh yang emang daku suka banget dari dulu. Mudah-mudahan sih keren-keren aja filemnya.

Pengen banget nonton. Itu udah pasti lah ya. Apalagi kalo gratis. Makanya, kalo dapet tiket nonton gratis dari Telkomsel yang emang lagi bagi-bagi tiket nonton premiere Robin Hood, waaah bakalan cihuy banget! Postingan ini udah jelas lah buat promosi acara nonton bareng simPATI :lol: Semua boleh ikutan, syaratnya daftar dulu di Fan Pagenya simPATI, trus bikin postingan yang berhubungan sama event ini atau bisa juga ikutan kuisnya dengan follow twiternya @nobarsimpati. Gak cuman nonton gratis, tapi hadiah yang paling oke itu jalan-jalan ke Bali dan Singapur. Masing-masing ada 10 paket, mudah-mudahan ada paket yang nyangkut buat daku :lol:
Okay, nampaknya saya sudah terlihat sebagai banci kuis. Biarin deh, gak ada yang rugi inih :lol:

500 Days of Summer

Boy meets girl. Boy falls in love. Girl doesn’nt.
This is not a love story, but this is a story about love.

Begitu tagline dari film (500) Days of Summer yang baru semalam saya tonton. Kisah seorang laki-laki yang mempercayai takdir dan cinta, jatuh cinta pada seorang perempuan yang sama sekali tidak percaya kedua hal tersebut. Nah, kebayang kan gak ’jodoh’nya?
Pertama kali Tom Hansen ( Joseph Gordon-Levitt) bertemu dengan Summer Finn(Zooey Deschanel) di kantornya, dia langsung yakin kalo she’s the one. Yes, he fell in love at the first sight and believes that she’s the one. Summer sendiri adalah perempuan yang tidak percaya akan cinta, dia tidak butuh pacar (saat ini), dan mumpung masih muda, dia ingin menikmatinya sepuasnya.

Pertemuan-pertemuan selanjutnya, Tom merasa ‘click’ dengan Summer, dan begitu pula sebaliknya. Makin ke sini, Tom makin percaya kalo Summer itu adalah cinta sejatinya. Mereka selalu bersama, menghabiskan waktu berdua, ya seperti orang pacaran pada umumnya.

Tapi, Summer dari awal mengatakan kepada Tom, that their relationship is not going anywhere. Padahal mereka sudah berhubungan selayaknya orang pacaran lho. Tom sebenernya kaget, namun begitu cintanya dia pada Summer, maka dia pun memaklumi saja, asalkan dia dan Summer sama-sama bahagia dan tetap berharap Summer akan berubah dan mengakuinya sebagai pasangannya.

Yang menarik dari film ini adalah dialog-dialognya yang gak biasa dan alurnya yang random flashback. Jadi ada hari ke-1, ke 28, mundur ke-320, maju lagi ke-112, mundur lagi ke 415, sampai hari ke-500 (angka harinya saya sebut random soalnya gak hafal :P ). Semuanya menceritakan kisah Tom yang mencari takdir cintanya. Mengingat-ingat memori indah bersama Summer, dan tetap meyakinkan dirinya sendiri kalau Summer itu cinta sejatinya. Bagaimana dia percaya sekali kalau Summer hanya untuknya, sampai kegamangan hatinya akan sifat Summer yang sulit berubah, yang tetap tidak percaya cinta.

Adegan yang cute banget, waktu mereka jalan-jalan ke IKEA, tempat perabotan rumah tangga. Mereka berlagak selayaknya suami istri yang memilih-milih perabotan, sampai ikut nyobain kasurnya. Waktu pertama kali Tom dan Summer berhubungan cinta, paginya Tom berangkat kerja dengan bahagia, dan di jalanan semua orang ikutan bahagia sampai nari-nari segala. Ini agak lebay, tapi lucuuu… Kita dibawa untuk ikut mengerti perasaan Tom, yang mungkin gemes kenapa Summer kok gak mau mengakui sebagai pasangannya meskipun hubungan mereka sudah seperti pasangan pada umumnya. Tapi namanya cinta mati, dia oke-oke saja tanpa label. Sampai dia bilang, ” We don’t put labels, boyfriend, girlfriend. It’s like.. very juvenile.

Well, apakah Summer akan mempercayai cinta atau takdir pada akhirnya? Apakah Tom tetap percaya kalau Summer adalah jodohnya? Nonton sendiri aja ya… :P
Potongan-potongan kisah cinta Tom di sini menurut saya gak ngebosenin, banyak dialog yang mengundang senyum walaupun sebenernya saya kurang suka endingnya sih, ya soalnya udah jatuh cinta sama Summer sih *ups spoiler bukan ya ini :p * .Karena saya juga masih berharap film ini adalah love story, padahal udah dibilangin di taglinenya kalo ‘this is not a love story’ hahaha… But I think this movie is very cute though :)

Note: gambar diambil dari sini.

Sherlock Holmes The Movie


Film yang ditunggu-tunggu para sherlockian di seluruh dunia akhirnya rilis juga. Sherlock Holmes, film karya sutradara Guy Ritchie, menceritakan kasus Sherlock Holmes (Robert Downey .Jr) bersama partnernya Dr John Watson (Jude Law) dalam memecahkan misteri pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh Black Magic.

Kita tidak akan menemukan karakter Sherlock seperti yang digambarkan di buku-bukunya. Sherlock yang dingin, serius, pemain biola yang hebat, tidak pernah berkelahi secara fisik, tidak akan ditemukan dalam film ini melainkan kebalikannya. Sherlock di sini bisa dibilang ngeselin banget, doyan bercanda, jago berantem dan kadang melakukan hal-hal bodoh.

Jadi ini adalah film komedi. Bukan film serius-seriusan. Makanya peran Sherlock cocok banget dimainkan oleh Downey yang bisa bikin kita gemes karena kelakuan ngeselinnya dan tindakan masa bodohnya. Tapi urusan analisa orang dan kasus tetep jago dong. Padahal saya kepingin Jude Law yang jadi Sherlocknya, karena perawakannya cocok. Tapi kalau filmnya jadi komedi gini sih gak cocok lah, dia jadi Sherlock yang seriusan aja deh, jangan yang ngocol gini :lol:

Tahun 2009 ditutup dengan manis oleh Sherlock Holmes. Film ini beneran menghibur banget! Saya aja sampe nonton dua kali :lol:

Bones TV Series

david-boreanaz-bones-tv-series-season-5-promo-posters-mq-05

Serial Bones ini menceritakan tentang kasus-kasus criminal yang melibatkan tengkorak dan tulang manusia sebagai objeknya, atau bahkan pemeran utamanya. Tanpa adanya jasad manusia yang sudah tinggal tulang, sebagai ‘tokoh’ utamanya, maka si pemeran utama lainnya Dr. Temperance Brennan (Emily Deschanel) dan Agent FBI Seeley Booth (David Boreanaz) gak akan dipanggil untuk menyelesaikan kasus ini.

Dr. Brennan ini merupakan seorang Forensic Anthropologist di Institut Jeffersonian Washington D.C. Selain itu dia juga penulis novel best seller bertema criminal. Dengan keahliannya, dia bertugas sebagai profiler jasad manusia yang sudah tidak bisa diidentifikasi melainkan hanya dari tengkoraknya dan kerangka tulang lainnya. Jasad yang ditemukan biasanya selalu tidak terduga seperti di atas pohon, di dalam tembok, di tengah sungai di dalam peti, atau bahkan di dalam kulkas!

Menarik sekali bahwa dirinya dari kejauhan, hanya memandang tengkorak atau kerangka manusia dia dapat mendeskripsikan korbannya, walau masih secara umum seperti jenis kelamin, usia, ras, dsb. Proses selanjutnya kerangka manusia tersebut dibawa ke laboratorium Jeffersonian untuk dianalisa lebih lanjut untuk mengetahui identitas korban dan meninggal dengan cara apa. Jika dibunuh, dengan cara apa, pakai senjata apa, semua dianalisa berdasarkan kerangka yang tersisa.

Pemeran utama lainnya, Seeley Booth, adalah seorang agen FBI, dan setiap mendapat kasus, selalu saja berhubungan dengan tengkorak atau jasad manusia yang tinggal kerangka. Oleh karena itu dirinya selalu membutuhkan Brennan, dan dirinya berperan sebagai FBI yang membawa surat penangkapan dan menangkap penjahatnya. :D

Continue reading

Merantau The Movie

MerantauPoster

Saya sudah lama tidak menyempatkan diri untuk menonton film Indonesia di bioskop. Mungkin karena belum ada film baru Indonesia yang cukup mengoda saya untuk meluangkan waktu barang 2-3 jam saja. Namun film Merantau ini, merupakan salah satu film Indonesia yang tanpa saya pikir panjang telah membuat saya sungguh tergoda untuk menyaksikannya. Saya tidak akan membahas film ini secara teknis karena jujur saja hal tersebut bukan sesuatu yang menjadi perhatian saya. Saya jauh lebih tertarik melihat teknik gerakan silat yang ditampilkan di film ini.

Senang sekali rasanya ada film action Indonesia yang mengangkat seni beladiri kita yaitu Pencak Silat. Rasanya bangga jika melihat gerakan silat yang gagah nan cantik itu diangkat ke layar lebar *walaupun tentu saja teknik aslinya disesuaikan dengan skenario pertarungan* . Apalagi sebelum diputar di Indonesia, Film Merantau ini lebih dahulu diputar di Cannes Festival pada 13 Mei lalu di Palais B dan 15 Mei di Lerins 2. Merantau juga menjadi film penutup dalam rangkaian Festival ke-13 Puchon International Fantastic Film Festival, Hongkong Filmmart Maret lalu serta film pembuka Festival tahun ke-3 Jogya NETPAC ASia Festival (sumber: http://www.republika.co.id)

Film ini ber-genre action, tentang perjalanan seorang pemuda di perantauan yang dalam perjalanannya menyebabkan dirinya dituntut untuk mampu menjaga dan membela dirinya dengan kemampuannya sebagai pesilat.

Diceritakan dalam film ini bahwa menurut tradisi Minangkabau, seorang anak lelaki ‘diharuskan’ untuk merantau ke luar daerahnya -dalam film ini adalah ke kota Jakarta- sebagai upaya pendewasaan dan pembuktian diri. Digambarkan pula semacam upacara pelepasan Yuda (Iko Uwais) sebelum dirinya berangkat merantau yang ditambah dengan wejangan dari Guru Silat Yuda. Ada yang menarik, sebelum berangkat, sang guru silat akan mengetes muridnya dahulu, siap atau tidak menghadai dunia baru di perantauan, dengan cara menguji kemampuannya bertarung melawan gurunya. Saya suka scene ini karena mereka menggunakan seragam silat lengkap :)

Perantauan Yuda di Jakarta tidak selalu berjalan dengan mulus. Mulai dari dompetnya yang hampir dicopet oleh seorang anak jalanan, tidak sengaja berkenalan dengan sorang gadis saat dirinya ingin menyelamatkannya dari pemilik klub yang berbuat kasar, hingga terseret dalam sindikat human trafficking.

Silat itu untuk kebaikan. Itulah esensi dari silat. Karena dalam silat, kita dididik untuk selalu berbudi pekerti luhur dan tidak menfaatkan kemampuan untuk hal yang tidak baik. Prinsip ini sangat dipegang oleh Yuda, sehingga dia tidak dapat mendiamkan kejahatan terjadi di depan matanya. Hal itu pula yang membuatnya ingin terus menolong Astri (Sisca Jessica), perempuan yang tidak sengaja ditemuianya, dari Ratger -pimpinan komplotan human trafficking yang menculik Astri. Jadi jelas, bahwa film ini memilki tema yang standard, kebaikan melawan kejahatan. Yang endingnya menurutku kurang greget, malah menyebalkan mungkin :lol:

Hampir 70 persen film ini berisi adegan pertarungan atau perkelahian. Teknik silat yang digunakan oleh Yuda mungkin kurang terlihat, secara umum sama seperti gerakan pertarungan biasa. Namun kalau diperhatikan, ciri khas teknik silat Indonesia, yaitu menyerang langsung ke daerah yang mematikan, bisa terlihat. Juga saat dirinya menyiapkan kuda-kuda dan mengantisipasi serangan lawan, bahasa tubuhnya menggambarkan bahwa Yuda jelas pesilat. Adegan Eric (pemuda pesilat yang merantau juga) saat melumpuhkan seorang petarung cukup membuat penonton terkesima. Karena tidak sampai semenit, ia dapat melumpuhkan petarung itu dengan menyerang titik-titik kelemahan yang menyebabkan kelumpuhan seperti daerah muka, tempurung lutut, ulu hati, dan bagian lainnya.

Untuk teknik pertarungan yang ditampilan saya rasa cukup menakjubkan, detail-detail serangan cukup indah dilihat. Pertarungan final juga sangat menarik. Ternyata si penjahat yang orang asing itu, bisa bertarung juga. Dan tekniknya pun lumayan. Saya kira mereka hanya lelaki kaya raya yang cuma bisa menyuruh anak buahnya dan berlindung dibaliknya.

Mengenai akting pemain, jangan berharap banyak. Kecuali Christine Hakim yang memang artis senior, pemeran lainnya berakting dengan cukup memadai lah. Walaupun dialog-dialog wagu ya pasti ada. Maklum, tokoh utamanya, Iko Uwais adalah seorang atlet silat, bukan pemain film. Pelatihan akting hanya dilakukan selama 6 bulan saja katanya. Menurutku bisa diterima lah, apalagi dia cakep. Kemampuan aktingnya dibantu dengan teknik silat yang menarik untuk dinikmati. Adegan lebay dan berlebihan, ada juga, namun tidak mengubah opini saya bahwa film Merantau ini sangat layak tonton. Saya kasih rating 8/10 deh.. Setelah menontonnya, saya jadi rindu akan latihan silat. Aduh itu teknik harimau udah lupa kali ya saya.. :lol:

Salam,

Twilight The Movie

Ini dia film yang ditunggu-tunggu pada pecinta Edward Cullen sang vampir tampan itu. Saya menonton filmnya di acara nonton bareng Premier Twilight yang diadakan oleh kutukutubuku.com. Kali ini saya nonton bersama soulmate saya, yang sepertinya lebih mencintai Edward daripada dirinya sendiri *lebay* :lol: Bersyukur banget saya gak ketinggalan semenit pun, karena pagi itu saya bangun amat sangat kesiangan. Fiuhh. Dateng-dateng langsung duduk, eh gak lama kemudian film pun dimulai. *horeeeee*

ladybug436

****

Film ini merupakan visualisasi dari novel roman berjudul sama, yang menceritakan percintaan unik antara manusia dan vampir yang penuh tantangan dan pengorbanan. Bagi pecinta film vampir, siap-siap kecewa. Karena Edward dan keluarganya tidak menunjukkan kevampirannya seperti yang dibayangkan. Ini memang film drama, yang kebetulan melibatkan vampir di dalamnya :D Menurut orang awam mungkin bisa dikatakan film ini hanya berupa film drama remaja biasa yang berisikan romantika tokoh-tokoh utamanya. Buku yang difilmkan? Jangan berharap terlalu banyak. Detil-detil yang ada di buku tidak terlalu banyak disampaikan di sini. Jadi, nikmati saja visualisasi Edward yang digambarkan begitu sempurna itu *halah* :D

Cerita dimulai dari Isabella Swan, gadis remaja yang baru saja pindah ke Fork untuk menemani ayahnya. Di sini Bella mulai memasuki sekolah barunya, bertemu teman-teman baru, suasana yang baru, dan tentu saja keajaiban barunya. Pertemuannya dengan Edward Cullen membuat hidup Bella yang mellow menjadi lebih bergairah. Menyadari bahwa dirinya sedang jatuh cinta setengah mati dengan seorang vampir, saat itu pulalah bahwa setiap detik kebersamaannya dengan Edward sama dengan mencumbui kematiannya sendiri. Edward tidak pernah menginginkan darah manusia sedemikian rupa sampai dia bertemu dengan Bella. Adegan pertama kali Bella duduk di sebelah Edward saat kelas Biologi, menunjukkan betapa Edward gemetar menahan hasratnya akan darah Bella. Bagi yang belum baca bukunya mungkin kurang mengerti, akting Edward itu maksudnya apa. Duduk gelisah, menutup hidung, dan badan gemetar menahan diri, menggambarkan dia tersentak karena wanita di sebelahnya sangat mengundang nafsunya untuk membunuh dan menghisap darahnya.

twilight-vampire-and-love-interest2

Kisah ini mencapai klimaksnya saat Edward berduel dengan James the Hunter alias vampir pemburu yang menginginkan darah Bella. Endingnya gampang ditebak kan? Akhirnya James berhasil dikalahkan, dengan bantuan saudara-saudara Edward tentunya, dan Bella pun selamat sentausa, masih sebagai manusia. Tak lupa adegan penutupnya yaitu adegan Edward dan Bella menghadiri acara prom night, lengkap dengan slow dance romantis yang membuat iri setiap perempuan termasuk sayah itu.

****

Adegan favorit saya: tentu saja saat Edward membawa Bella terbang sambil melompati tiap dahan pohon hingga mencapai puncaknya. Mereka bercumbu di antara dahan dan ranting pohon sambil menikmati pemandangan dari atas yang membuat meleleh itu *omaygaaaatt iri skali sayah sama Bella!* Pemandangannya sangat menyegarkan mata Adegan favorit lainnya :  saat permainan baseball ala vampir, keren, keren, kerennnn :D

Bagi pecinta Edward Cullen *termasuk sayah*, udah pasti pasti dong wajib nonton.. Makanya saya ikutan nonton premiernya supaya bisa pamer kalo udah nonton duluan :P Acara kemaren itu udah bisa dipastikan dihadiri oleh cewek-cewek penggila Edward, yang kebanyakan abegeh gitu loh.. Alhasil, selama saya nonton, berusaha banget untuk fokus memperhatikan, mendengarkan dan menikmati ni film. Kenapa memangnya?? Lha wong tiap Edward nongol mereka pada jejeritan histeris gitu kok yaaaa…*DOH* Salah tempat banget nih nontonnya… Berasa tua, lha aku pengen jerit-jerit juga tapi kok udah gak panteeeess *ngikik* :lol:

Eh ternyata, disana saya ketemu chika! *pelukpeluk chika* Kapan kita bedua-duaan lagi chik? ;)

Jadi, udah nonton Twilight? Berapa kali? Saya baru dua! :lol:

***Your scent is like a drug to me. Like my own personal brand of heroin..–Edward Cullen***

Laskar Pelangi


Laskar Pelangi mengisahkan perjuangan 10 anak-anak Belitong dalam perjuangannya menggapai pendidikan dengan kondisi yang penuh keterbatasan tetapi dilakoni dengan semangat yang tanpa batas.

Film ini mengobati kerinduan kita yang telah jatuh cinta pada tokoh-tokoh yang diceritakan dalam buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Kehidupan sehari-harinya Ikal, Lintang, Mahar, dan ketujuh anggota laskar lainnya, sekarang tak lagi hanya menari-nari dalam bayangan kita.

Sungguh menyenangkan melihat akting para pemeran laskar pelangi yang benar-benar asli anak Belitong itu. Polos, apa adanya, tidak dibuat-buat. Gak capek nontonnya. Selain itu pemandangan yang cantik banget berseliweran memanjakan mata. Wah..filemnya memang indah banget sih..

Saya paling suka adegan beli kapur di toko sinar harapan di mana Ikal telah menemukan cinta pertamanya pada seorang gadis dengan kuku tercantik yang pernah dia lihat. Lucu, karena jatuh cinta pertama kali saat melihat kukunya, bukan wajahnya. :D
Satu lagi, tokoh Lintang kecil menurut saya pas banget castingnya. Saya suka. :)

Cuma mungkin ada sedikit plot yang diubah, jadi gak persis sama dengan yang dibuku. Tapi itu biasa dalam film adaptasi gini. Gak masalah, filmnya tetep baguus.. Sangat mengharukan.. *hiks..*

Sedih melihat bagaimana anak secerdas Lintang dengan terpaksa berhenti sekolah karena keadaan yang sangat memprihatinkan. Saya bertanya-tanya, anak-anak zaman sekarang, apa masih ada yang punya semangat tak berbatas seperti para laskar pelangi dalam mengejar secuil pendidikan?

Oh ya, makasih buat chika yang udah sukses bikin acara nobar Laskar Pelangi 25 september kemaren di Pacific Place. Ratu kopdar kita ini memang selalu sukses menjaring massa.. :D it was fun guys..!