Perempuan dan Curhat

Kenapa kepikiran ngomongin ini ya? Hmm, Karena aku sudah lupa kapan terakhir melakukan curhat. Curhat yang kumaksud ini yang lebih ke woman’s stuff ya. If you know what I mean. Mungkin seiring dengan waktu juga, setelah daku berumah tangga, persoalan-persoalan yang seliweran selama ini mungkin hanya di-share dengan pasangan. Beda banget waktu lajang dulu. Kayanya bisa curhat setiap saat kalo punya temen yang dah biasa dijadiin tempat curhatan :lol: Setiap hari bagaikan episode drama yang baru *lebay*.

Well, for now, maybe it’s more realistic. Almost have no time for having this kind of chit chat. Sebagian besar disimpan sendiri atau kalau memungkinkan di-share dengan pasangan. Hmm, my question is, is this ‘healthy’ enough for my soul? Have no idea.

Enaknya curhat apaan sih? Kenapa cewek-cewek demen curhat? Efeknya apa? Hmm, kalau seingatku dulu sih, efeknya udah pasti : jadi lega. Eini kalau misalanya dah nemu temen curhat yang pas ya. Kalo temen curhatnya gak ok sih, yaa jangan curhat ama dia :lol: Trus, kita bisa dapet second opinion. Kita tidak mungkin hidup sendiri bukan? Iya bener, Tuhan pasti kasih jalan untuk segala permasalahan yang kita punya. Nah jalannya itu mungkin bisa lewat temen atau orang lain yang bisa kasih cara pandang yang beda sama kita. Atau, cara kita menyikapi masalah juga bisa berubah jadi lebih baik, karena ada input dari orang lain yang ternyata juga baik. Hasil dari curhatan yang lain adalah mungkin kita bisa dapet petunjuk, supaya bisa move on, atau malah dapet jalan keluar sekalian.

Kalo pas gak ada temen yang bisa dicurhatin gimana? Yaaa ini udah pasti sih akhirnya curcol juga. Curcol bisa di mana aja. Di media sosial, di blog, atau sama orang lain tapi rada-rada tersirat gitu. At least, yang di kepala bisa dikeluarin dulu deh ndak edan mengko. *kombinasi bahasa yang cukup memusingkan* *maap yak*

Aduh, tulisan ini curcol kayanya ya.

Jadi, gimana rasanya curhat beneran? Udah lupa rasanya. Mungkin karena…

ndak punya temen? :roll:

Catatan : ilustrasi di atas tidak ada sangkut pautnya dengan kondisi sebenarnya. Aku cuma suka karena itu lucu :lol:

6 thoughts on “Perempuan dan Curhat

  1. meski sudah ada pasangan buat cerita, tidak dilarang kok punya sahabat buat curhat. yg aman sih yg sama2 cewek. kalo curhat sama cowok entar…yagitu deh :p

  2. curhat itu lebih satu arah dan sifatnya agak personal? ada yang bilang kalau curhat bisa lebih plong, meski solusinya belum dapat.,

    para penulis konon membungkus curhatnya menjadi cerita, aku pengen spt mereka :)

  3. agak malas curhat karena pernah punya pengalaman pahit, curhat ke orang dan malah orang itu cerita ke orang lain. jadi sekarang kalau bingung mending diam sajalah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s